IBX5A815AAF0C4C4

Bukan Begitu , Sayang


Malam ini begitu dingin, hujan baru saja berhenti menari. Aku sedang mengerjakan tugas kampus ku yang sampe malam ini belum kelar juga. Setelah mengerjakan semua itu, aku me-refresh otakku yang penuh  dengan tugas kampus ku ini. Aku membuka jejaring social, seperti Facebook, twitter dan blog. Ntah dari mana asalnya, aku menemukan nama kamu yang terselip di dalam blog seseorang. Aku pun membuka blogmu itu. Aku menelusuri setiap page di blog kamu. Aku membaca dengan teliti postingan itu. Tiba-tiba aku pandanganku terfokus pada sebuah judul yang tak kusangka sebelumnya. Postingan yang kamu posting 4 bulan yang lalu.

Aku tau, dimana ada pertemuan disitulah ada perpisahan. Perpisahan yang pastinya bukan kehendak kita. Walau semua ini terasa begitu cepat, tapi aku percaya kalau semua ini adalah kenangan terindah. Bahkan Leonardo da Vinci yang melukis monalisa tidak bisa melukiskan perasaan kita yang begitu indah yang dapat dilihat dari berbagai sudut. Pertemuan kita adakah pertemuan yang cukup singkat, hanya berkisar 8 bulan. Ya 8 bulan.

Pertemuan yang kita awali dengan senyum-senyum malu. Matamu yang begitu bercahaya selalu membuatku merasa aman dan nyaman. Kita saling memandang satu sama lain. Terjadi pandangan pertama antara kita. Pandangan itu turun ke hati. Siapa yang tahu akan tumbuh butir-butir cinta antara kita, sayang? Butir-butir cinta di antara kita tumbuh dengan sendirinya. Kamu adalah cinta monyetku, cinta pertamaku, sayang.

Aku begitu menyayangimu. Pernah suatu saat aku meminta kepada Tuhan, “Tuhan, jaga dia. Dia begitu sempurna di mataku. Aku ingin membuatnya lebih sempurna jika aku berada disisinya, menjadi kekasihnya dengan senyumanku yang aku berikan kepada dia.” Tapi aku sadar, aku bukanlah sosok yang sempurna.

Aku masih bingung mengapa kau begitu bertahan menungguku. Aku tidak terlalu istimewa. Aku bukanlah seseorang yang sempurna. Menurutku, aku tidak pantas untukmu…. Itu lah alasanku mengapa aku menyuruhmu meninggalkan ku.. Aku tidak mau membuatmu kecewa dengan keadaan aku yang sekarang ini. Aku tidak bermaksud membuatmu sakit hati. Aku tau aku salah, tapi ku mohon, lakukan lah itu semua. Lupakan aku, tinggalkan aku. Hapus aku dari pikiranmu atau bahkan hatimu.

Kau menyuruhku untuk menampar wajahmu agar kamu bisa meluakan aku. Bagaimana mungkin semua itu dapat terjadi? Sedangkan aku tidak mau itu terjadi.

Percayalah, bahwa perpisahan ini untuk membaikan hidupmu dan hidupku, bahwa setelah perpisahan ini akan ada rasa bahagia bertubi-tubi. Percayalah bahwa pertemuan kita  tidaksia-sia


Dear You :*
With love 

Novia Khairun Nisa
Bukan Begitu , Sayang Bukan Begitu , Sayang Reviewed by sahabat tekno on 1:44 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.