IBX5A815AAF0C4C4

Belajar Memantaskan Diri



Kita lebih cenderung memlilih untuk mengubah pribadi pasangan kita agar seperti yang kita inginkan. Tanpa pernah mempertimbangkan untuk mengubah diri kita sendiri.

Untuk siapapun pasanganmu kelak, jika dirimu sudah benar-benar siap untuk menerima ia sebagai bagian dari diri kita. Menikahlah, aku pun sama. Seperti angin dengan hujan, tak pernah terpisah walau sesaat. Itulah takdir kebersamaan kita.

Hingga detik ini, aku tidak pernah berhenti mendoakan pertemuan kita. Aku tidak mempermasalahkan jika kamu jauh atau dekat, lebih tua atau muda, mapan atau sedang berupaya menuju kesana. Kamu adalah kamu, yang akan melengkapi hari-hariku nanti. Sehebat apa pun kamu, jika waktu tak pernah kau berikan untuk keluarga. Itu sama sama saja halnya dengan kesendirian yang akan menemuiku kembali.

Baca Juga : Yang Tak Tertahankan

Karenanya jangan tinggalkan kebersamaan kita, kemanapun kamu pergi aku akan ikut. Aku mohon untuk tak melarangku untuk selalu ikut denganmu. Bersama kita bangun kerajaan cinta, yang kupercayai bahwa dalam keadaan apa pun jika kita bersama itu adalah sebaik-baik keadaan mewah namun sendiri.

Akutidak belajar memantaskan diri inii karenamu, atau hanya agar aku menjadi yang kamu pilih. Aku belajar hanya agar aku menjadi yang  kamu pilih. Aku belajar sepenuhnya karena-Nya. Agar ia menetapkan aku menjadi pilihan terbaik-Nya utuk bisa hadir mendampingimu. Jika benaraku yang Allah pilih, sejauh apa pun kamu berjalan, hatimu akan menuntunmu kembali pulang padaku. Karena aku adalah ketetapan yang telah di tetapkan-Nya. Untukmu.

Pulanglah padaku. Ketetapan Terindahku.

Sumber : Buku Ketetapan Terindah

Belajar Memantaskan Diri Belajar Memantaskan Diri Reviewed by sahabat tekno on 9:54 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.