IBX5A815AAF0C4C4

Jatuh Cinta


Aku sedang bertanya-tanya pada pemanah cinta.
Mengapa kita yang jadi sasarannya? Mana kutahu dari pertemuan itu rasa cinta hadir pelan-pelan? Mana ku tahu dari peristiwa yang membuat detak jantungku tak beraturan, kamu makin sering kurindukan? Mana ku tahu luka hatiku yang dulu bisa sembuh dengan sendirinya oleh kehadiranmu?

Semuanya tiba secara tiba-tiba, aku tak bisa menyangkalnya. Yang semula bertemu kamu biasa saja, kini tak tahu harus berbuat apa. Salah tingkah. Takut salah langkah. Takut salah sangka. Semakin serba salah, semakin kakiku menujumu melangkah.
Aneh, memang. Tapi, mana ada cinta yang tidak begitu? Bisa tetiba membuatmu bersemangat, sebentar kemudian menjatuhkan semangat. Unik ya. Cinta seperti menyihir segalanya dengan begitu mahir.
Aku bisa berlama-lama didepan kaca hanya untuk memastikan penampilanku bisa menarik perhatianmu, atau sekedar melayangkan pujian sederhana kalau-kalau aku berbeda. Aku bisa tersenyum lama saat kau mulai menatapku dengan kedua mata indahmu. Atau hanya karena kau menyapaku di awal pembuka hari saja sudah bisa meningkatkan kebahagiaan.
Siapa lagi kalau bukan kamu alasan dibalik setiap rona pipiku yang kemerahan? Sederhana ya cinta bisa menghipnotis setiap gerak-gerikku.
Memang tak pernah ada yang menyangka akan begini jadinya. Permainan emosi beradu dengan hilangnya logika. Yang ada hanya senang dan sedih datang seketika. Mungkin tak hanya kita, Adam dan Hawa pun sempat bingung karenanya. Bayangkan saja, otak dan hati seperti lupa fungsinya. Bingung harus menuruti yang mana. Meski aku tahu yang manis-manis seperti ini nantinya mampu menerbitkan tangis, tak mengapa bagiku. Yang terpenting kita sudah saling bertemu, hanya tinggal menunggu rindu bertamu, lalu bersatulah aku dan kamu.
Ah, apakah harapanku ini terlalu muluk? Sebab dengan hadirnya kamu dalam pikirku, lengan seperti selalu ingin memeluk. Tak mampu berpikir jernih lagi.

Jika cerita kita ini kereta, aku masih belum tahu dimana stasiun pemberhentiannya. Yang kutahu, asalkan kamu masinisnya aku selalu bahagia jadi penumpang di dalamnya.
Aku selalu mau bersamamu mengumpulkan rasa-rasa baru yang nantinya akan terjelajahi oleh hati sering bergantinya waktu. Bukannya aku tak takut pada datangnya kecewa yang tiba-tiba. Aku percaya, bahagia itu selalu ada. Tapi mungkin mereka tertutupi tiba-tiba dengan datangnya duka. Rasanya, aku takkan mundur selama adamu selalu menghibur. Aku tak ingin berharap apa-apa selain kita merasakan bahagianya sama-sama mencinta dan dicinta. Bukankah itu nikmatnya?
Jika hati telah memilih, tak ada yang bisa mengambil alih. Semua inginnya denganmu, semua dilakukan karenamu. Yang bisa kulakukan hanya menyebut nama kita dalam doa yang kuucap sebelum lelap. Semoga dua hati saling menjaga, tak terpikirkan maksud untuk berbuat tega. Sebab dalam mencinta, setiap hati selalu rentan tergoda. Entah oleh hati yang lain, entah oleh luka yang kita sebabkan sendiri.
Adakah debar tak sabar ini kamu rasakan juga di sana? Adakah kamu juga menunggu pertemuan selanjutnya denganku? Adakah aku alasan dibalik senyummu? Adakah iya untuk melanjutkan cerita kita ke jenjang berikutnya? Adakah nama kita di lembar daftar pasangan yang direncanakan oleh Tuhan?
Jika segalanya masih berbentuk rahasia, aku mau menunggunya dibalik doa-doa yang kuselipkan tiap harinya. Apalah arti keinginan kita jika tak bersatu dengan rencana Sang Pencipta? Rasanya aku ingin mengutarakan baris antrian perasaan yang masih tertahan. Aku ingin kamu segera tahu bahwa ada aku sesosok yang perlahan-lahan mencintaimu dengan ketulusan.
Semoga kita berakhir sejalan, satu tujuan. Belum terpikir olehku mencari selain kamu. Belum, sampai nanti kenyataan memukulku menjauh, baru aku akan bangun dari cinta yang terlanjur jatuh. Sampai nanti ada hati lain yang kamu ingini, baru aku akan berusaha menahan tumbuhnya rasa ini. Dengan nama hatiku yang hanya satu, dan kepadamu aku berikan itu, semoga kita ditakdirkan menyatu.
Semoga rintangan-rintangan di depan bisa terlewati dengan tujuan mendewasakan hati, bukan untuk berpisah dan saling menyakiti. Lupakan soal ketakutan, cinta ini lebih hebat dari yang kita pikirkan.
Jatuh cinta kepadamu mungkin adalah hadiah rasa dari Tuhan yang paling kusyukuri. Kujaga tanpa hingga, tanpa henti, tanpa berhenti dan tanpa tetapi. Karena ingin kuulangi setiap hari, ingin kurasakan setiap ku terbangun dari pagi lalu siklusnya berulang lagi sampai membuat segala beban menjadi ringan.
Jatuh cinta kepadamu, itulah kesukaanku
Baca Juga : "Tugas Pertama Dalam Cinta"
Jatuh Cinta Jatuh Cinta Reviewed by sahabat tekno on 11:13 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.