IBX5A815AAF0C4C4

Ketegangan AS dan China, Apakah Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19?


Ketegangan AS dan China, Apakah Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19?Setelah beberapa bulan tanpa perkembangan, ketegangan trade war antara AS dan Cina kembali muncul. Ketegangan ini menjadi semakin serius dan bertolak belakang dengan hasil kesepakatan pada “fase satu”. Minggu ini, kita akan membahas implikasi dari ketegangan ini pada relasi perdagangan jangka pendek, serta implikasi jangka panjang akan potensi terputusnya hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Pola perdagangan dan rantai pasokan akan terus mengalami perubahan. Deglobalisasi dan perubahan aktivitas impor akan memberi investor eksposur pada risiko. Namun, sisi positifnya, juga akan memberi peluang. 

Apa sih Implikasi Trade War AS-Cina Terhadap Investasi?

Berikut adalah pertanyaan yang sering dibahas mengenai topik ini: 

Apakah penyebab rusaknya hubungan AS-Cina?

Faktor yang memicu kembali ketegangan ini adalah pemilu AS yang akan segera datang dan ketidakpercayaan antara dua negara yang telah berlangsung. Belakangan ini AS selalu terlihat menyalahkan Cina atas terjadinya pandemi yang merugikan ekonomi AS. 
‘Menyerang dan menyalahkan Cina’ merupakan hal wajar dan rutin menjelang pemilihan presiden di AS. Tetapi, suasana kali ini menunjukkan bahwa respon AS kali ini bukan sekadar untuk politik domestik, melainkan sebuah ketidakpercayaan yang mendalam terhadap respon awal Cina.
Diplomat Cina pun awalnya mencoba menyalahkan AS mengenai pandemi ini. Pemerintahan administrasi sebelumnya mungkin akan mengabaikan ini, tetapi administrasi saat ini memilih untuk menunjukkan perlawanan yang mengakibatkan eskalasi konflik.
Sementara itu, walaupun banyak negara yang mempertanyakan cara Cina menangani pandemi ini, Cina tetap gigih mempertahankan penanganannya.

Apakah ini akan memicu ronde baru eskalasi trade war AS-Cina?

Dalam waktu dekat, mungkin tidak ada aksi ancaman yang dapat membatalkan kesepakatan fase satu. Walaupun progress pembelian produk AS oleh Cina tidak sesuai target dalam perjanjian fase satu, yang kemungkinan besar terjadi karena COVID-19 (seperti yang kita bisa lihat dari grafik di bawah). 
Tetapi, Cina belakangan meningkatkan tingkat pembelian produk dari AS. Bahkan, mempercepat progress bagian lain dari perjanjian dagang, termasuk perlindungan IP. Sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat bagi AS untuk membatalkan kesepakatan dagang. Namun, hal ini masih mungkin berubah mengikuti keadaan ekonomi dan politik. 

Jadi, apa yang membuat kita pesimis terhadap pasar? Kemungkinannya adalah jika Cina memilih untuk tidak menindaklanjuti perjanjian dan juga jika gelombang kedua virus memperdalam resesi AS sebelum pemilihan presiden. Tidak lupa juga jika hasil investigasi pemerintah AS yang tertunda tentang penanganan awal wabah Cina menunjukkan informasi yang malah akan memperburuk situasi. 

Apakah implikasi pada rantai pasokan?

Dampak pada rantai pasokan kemungkinan akan terlihat contohnya dari ketergantungan ekonomi AS yang tinggi akan produksi dan rantai pasokan yang berbasis di Cina. Terutama di area pasokan alat medis, APD dan farmasi dimana Cina memiliki peran utama sebagai pemasok global. 
Tak hanya di AS, negara lain pun sedang menganalisa ketergantungan mereka pada pasokan dari Cina. Peralihan dalam rantai pasokan akan memakan waktu dan mungkin tidak akan ada reaksi langsung dari perusahaan global. Jika ada potensi untuk peralihan pasokan global dari Cina, secara ekonomi ini adalah hal yang kurang optimal dan bahkan dapat menyebabkan kenaikan harga barang serta margin perusahaan yang lebih rendah. 

Apakah implikasi yang kemungkinan akan terjadi pada pasar?

Satu hal yang menjadi perhatian bagi investor adalah nilai mata uang Cina. Biasanya mata uang ini menanggung beban dari sentimen global yang diakibatkan oleh perang dagang. Fokus Cina saat ini adalah untuk memproyeksikan stabilitas dengan mata uang yang stabil. Selain itu, implikasi yang lebih besar dari ketegangan ini adalah de-globalisai yang makin cepat. Lingkungan geopolitik dan keamanan yang tidak pasti ini akan menguntungkan perusahaan di sektor keamanan dunia maya dan pertahanan. Di sinilah akan hadir peluang bagi investor. 
Terakhir…
Pandemi ini telah memberi tantangan besar terhadap negara-negara dan kondisi pasar, jika ditambahkan dengan ketegangan AS-Cina, maka situasi akan semakin tidak menentu. Investor perlu berantisipasi sambil melihat keadaan pasar. Tetapi, ketegangan AS-Cina ini juga menambah ketertarikan akan emas sebagai safe haven. Jadi, sembari melihat perkembangan dari ketegangan ini, investor dapat mengalihkan aset pada safe haven sebagai sebuah bentuk diversifikasi.
Ketegangan AS dan China, Apakah Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19? Ketegangan AS dan China, Apakah Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19? Reviewed by sahabat tekno on 9:38 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.